kami adalh generasi pemuda -pemudi ,indonesia yg selalu mencintai seni budaya tradisional.
kami pemuda -pemudi sebagai penerus bangsa indonesia ,
dan kami tak mau kesenian tradisional ini terulang di bajak / di akui oleh
negara tetangga kita yaitu: NEGARA MALAYSIA.
negra malaysia sudah merebut taraian dri ponorogo jawa timur yaitu:REOG PONOROGO.
kami sebagai generasi muda ,selalu akan mengembang kan kesenian ini
agar tak punah atau di jajah negara lain.
hay para kaum pemuda -pemudi mari bangkit ,
dan kembang kan lh bakat kalian ,
jangan sampai generasi muda terjerumus
narkoba,ganja ,dll.
mari kita bangkit kan kesenian kita masing'
untuk memberikan ilmu kepada adik" kita
agar tau ilmu tentang KESENIAN TRADISIONAL..
jngan sampai generasi muda yg bru
masa depannya hancur .
Kelingan manis eseme trus kelingan ramah gemuyune
Tresno lan kasih kasih sayange karep atiku klakon dadi bojone
Sayange wes duwe bojo nanging aku aku wes kadong tresno
Nelongso rasaneng ati yen aku ra klakon melu nduweni
Jambu alas kulite ijo seng di gagas wes duwe bojo
Ada gula ada semut durung rondo ojo di rebut
Sumpah neng batin yen kulo tidak di kawin
Tekating ati ora bakal luru ganti
Sumpah wes janji arep sehidup semati
seneng seding bareng bareng di lakoni
Jambu alas ndok manis rasane
Snajan tilas tak enteni rondone
Mak iki anakmu prawan
wiwit mbiyen ono ing perantauan
iling ngiwangi neng kantin sekolahan
telong sasi mak aku urung bayaran
mak dongamu mandhi tenan di bring jabani marang gusti pengeran
koyok ngene rasane wong ora duwe
duwe pisan di ece karo kancane
iling-iling manungso bakale mati
yen wes mati di kubur sanak family
di pendem jero di apit bumi
ono kubur iku akeh pandoso
ulo klabang kolojengking podo moro
ono setan membo-membo dadi perawan
benno krasan yen ono kuburan
neng akhirat ora ono montor liwat
neng akhirat ora ono sego berkat
neng akhirat ora ono mejo biliard
onone godo ne moloikat
sak sugeh, sugih e uwong mesti ono mlarate
sak mlarat, mlarat e uwong mesti ono celenganne
mangkane golek bojo ojo mandeng rupo
rupo elek kuwi yow ora dadi ngopo
mangkane golek bojo ojo mandeng bondo
seng pentingg, ora ngenteni warisan moro tuwo
kowe pancen keren le, koyok bekas pacarku mbiyen,
eman, eman tenan, kerenmu mung kanggo obralan
obral, obral janji le urung mesti uripmu mulyo
mulo aku wes kondo, melu aku urip nang deso
ngiwangi gawe boto, menek kelopo nyeblok bongko
Kesenian ini
merupakan salah satu jenis kesenian rakyat yang ada dan berkembang di
daerah pegunungan menoreh, tepatnya di sebelah selatan candi Borobudur.
Kesenian ini memiliki latar belakang yang berhubungan dengan sejarah
perang gerilya Pangeran Diponegoro. Ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa kesenian jathilan ini berasal dari jawa timur, tepatnya kesenian Reog Ponorogo.dikatakan sebagai pemain Jothil.
Namun
di Borobudur,kesenian jathilan memiliki sejarah yang berbeda.Mereka
mendapatkan inspirasi dari melihat pasukan pangeran diponegoro yang
sedang melakukan perang gerilya di sepanjang pegunungan Menoreh.
Seringnya masyarakat Borobudur di pegunungan waktu itu melihat dan
menyaksikan pasukan gerilya Pangeran.Diponegoro membuat mereka memiliki
kedekatan emosional,dengan peristiwa sejarah tersebut. Lalu mereka
mengekspresikan rangsang visual mereka dalam bentuk kesenian yang
diiringi dengan musik gamelan yang diwujudkan dengan penari yang
menaiki kuda yang terbuat dari kepang/anyaman bambu. Maka kesenian
jathilan ini kadang juga dinamakan dengan kesenian kuda Kepang/kuda
Lumping(bahasa jawa).
Kesenian
ini juga menggunakan media trance untuk berhubungan dengan kekuatan
gaib yang ada dan mereka yakini menjadi sesepuh desa mereka. Ada
beberapa desa masih memiliki keyakinan akan hal tersebut. Salah satu
contoh yang sampai saat ini masih ereka lakukan adalah, Setiap mereka
melakukan pementasan mereka harus membawa air dari mata air dimana
terdapat batu bekas telapak kuda, yang dipercaya sebagai bekas telapak
kaki kuda Pangeran Diponegoro. Tradisi ini masih mereka bawa hingga
sekarang dan hal ini sudah menjadi tradisi mereka dalam menggelar
kesenian jathilan ini disetiap pertunjukan.
Trance
dalam pertunjukan jathilan juga kadang dipergunakan untuk menolak
bala/tolak bala atau menyembuhkan penyakit bagi orang yang
mempercayainya. Kekuatan alam ini sampai sekarang kadang masih mereka
lakukan dalam setiap hajatan. Masyarakat mereka yang memiliki kaul/
kehendak untuk menggunakan kesenian ini untuk merayakan sebuah
perayaan, baik khitanan, perkawinan bahkan nadar dari seseorang yang
memang menghendakinya.
Setiap
kelompok kesenian jathilan selalu memiliki seorang dukun yang dianggap
sebagai sesepuh di kelompok tersebut yang menjadi Penetralisasi
Trance. Sang dukun ini menjadi sebuah mediator yang menjembatani antara
manusia dan roh kekuatan magis tersebut.
Selain
Penari Prajurit, biasanya dalam pertunjukannya mereka juga menggunakan
beberapa topeng Buto yang menjadi pelengkap dari keseluruhan
pertunjukan kesenian jathilan tersebut yang disebut Grasak. Bagian
pertunjukan grasak ini biasanya merupakan babak terakhir dari
keseluruhan rangkaian pertunjukan kesenian jathilan.
Kesenian Jathilan merupakan salah satu kesenian tradisional yang
terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ditinjau dari fungsinya,
kesenian Jathilan pada saat ini telah berubah dari konteks yang semula
ritual religius, bersifat sakral dan magis, menjadi non ritual dan non
religius, yakni kesenian Jathilan berfungsi sebagai seni pertunjukan,
namun tidak menghilangkan unsur asli dari kesenian Jathilan. Seiring
dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni, masyarakat
mengalami perkembangan yang mengarah ke perubahan. Untuk mengantisipasi
perubahan tersebut, para seniman kesenian Jathilan mengemas kesenian
Jathilan sebagai seni wisata dengan kemasan yang menarik dan disesuaikan
dengan selera masyarakat atau wisatawan agar kesenian Jathilan sebagai
seni wisata di objek wisata Kaliurang diminati wisatawan. Permasalahan
yang akan dikaji adalah mengenai bagaimana kemasan kesenian Jathilan
sebagai bentuk sajian wisata di objek wisata Kaliurang, serta
kreativitas seniman kesenian Jathilan dalam menyajikan kesenian Jathilan
agar dapat menarik minat para wisatawan. Tujuan diadakan penelitian
adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemasan kesenian Jathilan
sebagai bentuk sajian wisata di objek wisata Kaliurang, serta
kreativitas seniman kesenian Jathilan dalam menyajikan kesenian Jathilan
agar dapat menarik minat para wisatawan. Manfaat penelitian adalah
memberikan informasi pada masyarakat untuk dapat mengenal kesenian
Jathilan, dijadikan landasan untuk lebih mengembangkan dan mengemas
kesenian Jathilan sebagai bentuk sajian wisata, dan memberi masukan dan
pertimbangan untuk lebih meningkatkan sajian wisata. Penelitian yang
dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan demikian akan
menghasilkan data yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian adalah
objek wisata Kaliurang Daerah Istimewa Yogyakarta. Fokus penelitian pada
kesenian Jathilan mencakup kemasan kesenian Jathilan sebagai bentuk
sajian wisata, unsur-unsur pendukung kesenian Jathilan, serta
kreativitas seniman dalam menyajikan kesenian Jathilan. Sumber data dari
teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Data yang
terkumpul kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data,
dan penyimpulan data. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan
menunjukkan bahwa kesenian Jathilan di objek wisata Kaliurang
dipertunjukkan pada acara pentas seni di objek wisata Kaliurang setiap
minggu dan dilaksanakan di sebuah arena di Telogo Putri objek wisata
Kaliurang. Adapun urutan pertunjukan kesenian Jathilan di objek wisata
Kaliurang terdiri dari lima bagian yaitu: 1) penyediaan sesajen, 2)
babak 1 (nggampingan), 3) dagelan yang dilakukan oleh Penthul dan
Tembem, 4) babak 2 (temanggungan), dan 5) babak 3 (Kejawen). Setiap
babak pada pertunjukan kesenian Jathilan di objek wisata Kaliurang
dilakukan oleh penari Jathilan yang biasa disebut dengan Jongki yang
berjumlah 6 orang. Gerak pada pertunjukan kesenian Jathilan di objek
wisata Kaliurang tidak mempunyai aturan yang baku. Ragam gerak pada
pertunjukan kesenian Jathilan menggambarkan persiapan prajurit sebelum
melakukan latihan perang dan ragam gerak yang menggambarkan prajurit
melakukan latihan perang. Alat musik yang digunakan dalam pertunjukan
yaitu: seperangkat gamelan laras slendro, bende, dan alat musik band.
Tata busana yang dikenakan para penari kesenian Jathilan adalah kostum
kejawen. Tata rias wajah para Jongki adalah rias muka yang dibuat tebal,
terutama alis dan perona pipi. Tempat pentas pertunjukan kesenian
Jathilan di objek wisata Kaliurang adalah berbentuk tanah lapang
terbuka. Properti yang digunakan adalah kuda kepang, cambuk atau pedang
yang terbuat dari bambu. Tata cahaya pada pertunjukan kesenian Jathilan
di objek wisata Kaliurang dengan pencahayaan matahari. Kreativitas
seniman kesenian Jathilan dalam menyajikan kesenian Jathilan agar dapat
diminati para wisatawan dilakukan oleh pencipta tari, pawang, penari
atau Jongki, pemusik dan penyanyi. Berdasarkan hasil penelitian
dikemukakan saran sebagai berikut: pertama, para seniman lebih
meningkatkan kreativitas dalam mengemas pertunjukan kesenian Jathilan
agar pertunjukan kesenian Jathilan semakin diminati oleh wisatawan serta
mencari bibit-bibit baru agar terjadi perbaharuan pada anggota grup
kesenian Jathilan sehingga kesenian Jathilan bertahan kelangsungan
hidupnya. Kedua, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata khususnya pengelola
objek wisata Kaliurang dapat memperbaiki tempat pertunjukan kesenian
Jathilan di objek wisata Kaliurang sehingga para penonton merasa nyaman
dalam menikmati pertunjukan kesenian Jathilan.